Dihari pagi sebelum berangkat arisan keluarga, mata saya tertuju diharian warta kota halaman 8 dengan judul seperti diatas, saya tertarik sekali untuk membacanya, yah sebagai orang tua untuk bisa memberikan yang terbaik untuk melihat perkembangan anak sesuai dengan sudut pandang anak, bukan sudut pandang orang tua. ......Ya, kalo melihat dari judul diatas memang sebagai orang tua kita harusnya memberikan kebebasan anak dalam berekspresi dengan aturan aturan yang tidak mengekang anak untuk bermain dan bermain. kita sebagai orang tua maunya sesuai dengan kemauan orang tua, kamu harus belajar, harus kursus biar pintar,....
biar jadi anak yang baik dan sebagainya, tapi pernah tidak kita berpikir apa ya yang dimau anak-anak kita?. Saat ini kebebasan anak untuk bermain diluar rumah terasa terkekang kenapa? karena kita sudah jejali pikiran-pikiran anak kita dengan games, internet online, kursus dsb akhirnya waktu bermain diluar anak sangat kurang sekali, padahal permainan diluar rumah banyak yang mengajarkan norma yang positif, kreatifitas dan sosialisasi, bermain bersama teman untuk menciptakan kebersamaan, dengan banyaknya permainan modern sekarang maka telah mengambil porsi anak untuk bermain, anak tidak perlu punya teman.karena asyik dengan permainan online nya, games nya dsb.
Seorang Psikolog anak mengatakan ( Efriyani Djuwita, M.Sc) Saat ini bukan hanya anak yang semakin enggan bermain diluar rumah tetapi karena orang tua yang membatasi anak untuk bermain diluar rumah, orang tua takut anaknya diculik, takut anaknya berantem sama anak tetangga, anak kita bikin rusuh rumah tetangga dsb.
Masa kecil adalah masa anak bermain, berikanlah anak kita permainan - permainan yang mendidik, ajaklah anak-anak kita sebulan sekali mengenal lingkungannya, ajak kekebun binatang, ke kebun, bercocok tanam, dan wahana-wahana lingkungan, kurangilah permainan game anak karena akan menurunkan rasa sosialisasi/ rasa kenal sama teman, sama tetangga dan sama lingkungan. karena semua itu akan mempengaruhi kehidupan anak-anak kita setelah 6-10 tahun kedepan, anak-anak karena kurang sosialisasi malah akan berakibat minder kalo ketemu orang, malu untuk mengungkapkan sesuatu sama teman-temannya bahkan bisa juga akan berdampak muncul sikap extrovet(memendam permasalahan hanya untuk dirinya sendiri, tidak mau berbagi) bahkan akhirnya karena seringnya anak kita asyik dengan dunia nya akan berdampak pada halusinasi atau asyik dengan dirinya sendiri yang berdampak fatal terhadap perkembangan jiwa anak-anak kita.
kita sebagai orang tua harus menyikapi semua itu dengan benar dan teliti, mari kita dekati anak-anak kita, mari kita ajak anak kita bermain diluar rumah, ajak anak kita bermain dirumah tetangga, ajak anak kita bermain dan belajar dilingkungan kita, luangkan waktu kita untuk bermain dengan anak-anak kita, luangkan waktu untuk anak kita dengan makan bersama, membacakan cerita sebelum tidur, menemani belajar, beri anak waktu dan kesempatan untuk mengungkapan perasaannya, keluhannya bahkan tangisannya, dekaplah anak-anak kita dengan hati bukan dengan tersediannya semua permainan dilingkungannya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar